Bandarlampung – Pertumbuhan ekonomi tidak selalu bermakna bagi masyarakat apabila tidak dibarengi kemampuan mengelola hasil dan peluang ekonomi secara bijak. Gagasan tersebut mengemuka dalam Lampung Financial Festival yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.
Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., turut hadir dalam forum yang mempertemukan pemerintah, regulator, industri keuangan, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda Lampung.
Kehadiran Rektor Unila menjadi bagian dari keterlibatan perguruan tinggi dalam mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mengelola peluang yang muncul di dalamnya.
Festival tersebut memperlihatkan bahwa literasi keuangan kini menyentuh kehidupan masyarakat yang semakin luas. Persoalannya bukan lagi sebatas bagaimana seseorang menggunakan layanan perbankan, melainkan bagaimana masyarakat, petani, pelaku UMKM, hingga generasi muda dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat di tengah perkembangan investasi dan ekonomi digital.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan, Ketua Dewan Komisioner LPS Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Founder CT Corp sekaligus Chairman Chairul Tanjung, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.
Kegiatan juga dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Lampung, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPS, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, pimpinan CNBC Indonesia, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda Lampung. Beragam latar belakang peserta tersebut memperlihatkan penguatan literasi keuangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi.
Di tengah optimisme terhadap perekonomian Lampung, perhatian kemudian diarahkan pada pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: apakah pertumbuhan ekonomi sudah mampu meningkatkan kemandirian dan memberikan perlindungan finansial? Bagi Unila, pertanyaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menegaskan, edukasi literasi keuangan tidak seharusnya berhenti dalam forum seminar. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membawa pengetahuan tersebut lebih dekat kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), riset, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dengan mendampingi UMKM serta petani di desa.
Peran tersebut menjadi semakin relevan seiring pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan II-2026 yang mencapai 5,29 persen. Capaian tersebut, menurut Rektor, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat sebagai angka, tetapi dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas.
Namun, peluang ekonomi yang semakin terbuka juga menghadirkan tantangan baru. Aktivitas masyarakat di ruang digital yang terus berkembang turut meningkatkan risiko kejahatan finansial dan penipuan. Kondisi ini membuat kemampuan mengenali risiko, memverifikasi informasi, dan mengetahui saluran pengaduan menjadi bagian penting dari literasi keuangan.
Atas kondisi tersebut, Unila membuka peluang sinergi dengan OJK, LPS, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan sektor perbankan untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari kejahatan finansial digital. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya inovatif dalam menciptakan peluang, tetapi juga cakap dan terlindungi ketika mengambil keputusan keuangan.
“Ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen, dan pertumbuhan ini harus memberi ruang bagi generasi muda sebagai pencipta nilai. Mahasiswa dan masyarakat harus tahu cara memverifikasi serta memiliki saluran untuk segera melapor saat menghadapi dugaan penipuan,” tegas Rektor Unila.
Bagi Unila, kehadiran dalam Lampung Financial Festival menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat literasi dan kemandirian keuangan masyarakat. Melalui pendidikan, riset, KKN, dan pengabdian, Unila mendorong generasi muda agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan terlindungi di era digital. (*)







