Unila  

Rayakan Dies Natalis ke-61, Unila Sukses Gelar Grand Final Muli Mekhanai 2026 dengan Penuh Kemeriahan

Bandarlampung –  Gemuruh tepuk tangan dan binar bangga menyelimuti Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila) saat panggung Malam Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Unila 2026 resmi memuncak dengan penuh pesona, Selasa malam, 23 September 2026.

Acara prestisius ini dihadiri jajaran tokoh penting, mulai dari Sekretaris daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ir. Tony Ferdiansyah, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dewan juri, sponsor, pembina, perwakilan OJK, duta kampus se-Provinsi Lampung, hingga segenap civitas akademika Unila.

Sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-61 Unila yang mengusung tema “61 Tahun Berkarya, Bersinergi, Menjadi Pusat Inovasi Berdampak”, pergelaran ini dibuka apik dengan tari penyambutan muli mekhanai, dilanjutkan sesi sambutan, hingga masuk ke panggung inti tanya jawab dan pengumuman juara.

Rektor Unila menegaskan bahwa Pemilihan Muli Mekhanai Kampus merupakan kegiatan positif yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila.

“Pemilihan Muli Mekhanai Kampus adalah ajang untuk memilih figur yang memiliki penampilan menarik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan peluang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan, kecerdasan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya,” ujar Rektor.

Menurutnya, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan dalam bidang budaya, tetapi juga dari kemampuan akademis. Ia berharap para peserta dapat menjadi generasi muda yang mampu mengembangkan kebudayaan Lampung sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Rektor juga berpesan kepada seluruh peserta agar menampilkan kemampuan terbaik dengan percaya diri, menjunjung sportivitas, dan tetap saling menghargai. Ia menilai keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan pengalaman berharga bagi mahasiswa, terlepas dari hasil yang diperoleh.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan Muli Mekhanai yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter, mempunyai wawasan luas, dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda,” pungkasnya.

Pada Grand Final Muli Mekhanai Universitas Lampung, Astrida Quena dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih gelar Muli Universitas Lampung, sementara Raihan Alin Destra Satria dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terpilih sebagai Mekhanai Unila.

Gelar Wakil I Muli diraih Ardina Ningrum C. (FISIP) dan Wakil I Mekhanai diraih Abdur Rohim (FEB). Selanjutnya, Lulu Calista (FISIP) dan Masykuri Abdillah Bustam (FK) masing-masing meraih gelar Wakil II Muli dan Wakil II Mekhanai. Gelar Harapan I Muli dan Mekhanai diraih oleh Yasifa Deswa Farana (FKIP) dan Angga Kurniawan (FKIP).

Sementara itu, A. Syafa Nabila (FH) dan Bayu Hadi Pratama (FEB) masing-masing meraih gelar Harapan II Muli dan Harapan II Mekhanai, serta Shakira Febriyani (FH) dinobatkan sebagai Harapan III Muli Universitas Lampung.

Selain itu, para finalis juga dianugerahi gelar berdasarkan kategori khusus seperti Muli Mekhanai Inovasi dan Digital, Lingkungan, Sains dan Teknologi, hingga Pendidikan dan Kebudayaan, dan lainnya.

Pemilihan Muli Mekhanai Universitas Lampung diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang berkarakter, berwawasan, dan mampu menjadi representasi positif Unila sekaligus turut memperkenalkan budaya Lampung melalui berbagai kontribusi dan karya. (*)