Unila  

Akademisi FISIP Dorong Sister City Bandar Lampung dengan Split di Kroasia Kolaborasi Pembangunan Daerah

Bandar Lampung –  Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) merekomendasikan pembentukan kerja sama sister city antara Kota Bandar Lampung dan Kota Split, Kroasia. Gagasan tersebut disampaikan melalui proposal kebijakan yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 23 September 2026, di Gedung Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Penyerahan proposal tersebut merupakan bagian dari rangkaian gala dinner bersama delegasi Summer School FISIP Unila 2026, International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS) 2026, dan Development Studies Association (DSA) Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISIP Unila Prof. Dr. Anna Gustina Z., S.Sos., M.Si.; Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, S.E., M.M., M.H.; Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, S.P., M.A.; Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebojša Koharović; serta peserta IICIS, Summer School, dan DSA.

Proposal tersebut disusun oleh Prof. Dr. Ari Darmastuti, M.A.; Robert Mikac, PhD; Marija Slijepčević, PhD; Dr. Bartoven Vivit Nurdin, S.Sos., M.Si.; Dr. Arie Fitria, S.I.P., D.E.A., M.T.; Iwan Sulistyo, S.Sos., M.A.; Ifaty Fadliliana Sari, S.Pd., M.A.; Gita Karisma, S.IP., M.Si.; Khairunnisa Simbolon, S.IP., M.A.; Irsyaad Suharyadi, S.H.Int., M.Sos.; Muhammad Mulkan Rafi Pratama, S.Sos.; Dinal Azmi; Kevin Hansen Hot Asi; dan Siti Chiwi Gayatri.

Ketua Tim Penyusun Prof. Ari Darmastuti, bersama Dekan FISIP Unila menyerahkan proposal tersebut kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Usulan ini dikembangkan dari hubungan akademik yang telah terjalin sejak 2017 melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, International Joint-Summer School, penelitian dan publikasi bersama, kuliah tamu, hingga program Erasmus+.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anna menyampaikan bahwa hubungan akademik tersebut dapat menjadi dasar untuk memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama antarkota.

“Proposal ini merupakan hasil kerja sama antara FISIP Universitas Lampung, Fakultas Politik Universitas Zagreb, dan VERN’ University. Kerja sama ini juga dapat menjembatani bagaimana universitas dapat berdampak dan mendukung pembangunan daerah melalui sister city,” ujarnya.

Dari hubungan akademik yang telah terjalin, kerja sama kemudian diarahkan untuk berkembang ke tingkat pemerintah kota dengan cakupan yang lebih luas. Bidang yang dapat dikembangkan meliputi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pembangunan perkotaan, dan pertukaran pengetahuan.

Menanggapi usulan tersebut, Nebojša Koharović menyambut baik inisiatif yang disampaikan. Ia mengusulkan Kota Split sebagai mitra Bandar Lampung karena kedua kota memiliki karakteristik geografis yang serupa.

“Kota Split juga memiliki wilayah pesisir seperti Bandar Lampung dan kotanya memiliki perbukitan. Dengan kesamaan geografis tersebut, kerja sama akan lebih mudah dibangun karena terdapat proyek atau program yang serupa untuk dikembangkan bersama, seperti waterfront city, pariwisata bahari, dan pariwisata pantai,” ungkapnya.

Respons positif juga datang dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Iwan Gunawan menyampaikan bahwa pemerintah kota terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai kota mitra, termasuk melalui program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Kami siap bekerja sama dengan kota mana pun dan yang utama adalah ketika ada program yang sudah dilaksanakan di kota mitra dan dapat diadopsi atau dikembangkan untuk Kota Bandar Lampung. Kami sangat menunggu tindak lanjut dari proposal ini,” tegasnya.

Untuk mendukung kerja sama yang berkelanjutan, proposal tersebut turut memuat sejumlah rekomendasi, di antaranya pembentukan unit kerja sama luar negeri di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, percepatan penyusunan Letter of Intent (LoI), pembentukan kelompok kerja bersama, penyusunan program konkret, serta evaluasi secara berkala.

Program yang diusulkan juga diarahkan pada luaran yang dapat dirasakan di berbagai bidang. Di sektor pendidikan, kerja sama dapat mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, perluasan mobilitas melalui Erasmus+ KA171, penelitian dan publikasi bersama, serta program antarfakultas dan antarperguruan tinggi.

Sementara itu, kerja sama di luar bidang pendidikan dapat dikembangkan melalui festival kebudayaan, promosi destinasi pariwisata, pengembangan paket wisata bersama, pertukaran pegawai antarpemerintah, serta pembelajaran mengenai tata kelola dan pelayanan publik.

Melalui usulan sister city tersebut, hubungan akademik yang telah terjalin diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan pendidikan, pariwisata, kebudayaan, dan pembangunan perkotaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)